ANALISIS KENDALA MAHASISWA PGMI DALAM MERANCANG ASESMEN AUTENTIK BERBASIS KURIKULUM MERDEKA
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh calon guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) ketika mencoba mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam materi pelajaran. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif deskriptif, melibatkan 55 calon guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat untuk mengumpulkan data berupa daftar pertanyaan yang disusun berdasarkan referensi dari sumber-sumber literatur yang relevan. Data diperoleh dengan menyebar daftar pertanyaan kepada para responden melalui Google Form. Setelah pengumpulan data selesai, analisis dilakukan menggunakan metode persentase untuk menentukan tingkat kesulitan yang dihadapi oleh calon guru. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak calon guru MI/SD merasa kesulitan dalam memahami konsep budaya lokal dan memasukkannya dalam kurikulum pengajaran. Selain itu, kurangnya sumber daya, pelatihan yang memadai, serta dukungan dari institusi pendidikan juga menjadi hambatan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan calon guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, diperlukan langkah-langkah yang lebih sistematis dalam pelatihan serta pengembangan kurikulum yang lebih inklusif. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang berguna bagi para pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan.



.jpg)
.png)

.png)




1.png)
1.png)

